Brand & startup, omzet Rp500 juta sampai Rp10 miliar/bulan

Data rapi, kerjaan jalan sendiri.

Aku bangun AI agent yang terhubung langsung ke data bisnis kamu. Untuk urus kerjaan repetitif, pantau iklan dan stok, dan jawab pertanyaan owner kapan saja.

Rp5-7,5 juta
Diagnosis data & agent
4-6 minggu
Data + agent pertama
1 agent
Fokus awal, sampai dipakai

Coba tanya soal:

Campaign mana yang ROAS-nya di bawah target minggu ini?

3 dari 14 campaign di bawah target ROAS 8:

  • Sneakers PriaROAS 5,1
  • Sandal SlideROAS 6,3
  • Tas SelempangROAS 7,2

Saldo iklan tinggal Rp1.250.000, cukup sekitar 1 hari.

Sumber: Shopee Ads, 4 sampai 10 Okt. Rekomendasi saja, ubah budget tetap lewat persetujuanmu.

Contoh ilustrasi dengan data fiktif, untuk menunjukkan cara agent menjawab. Bukan data atau tangkapan layar klien.

Agent hanya sebaik data yang dibacanya. Makanya datanya dulu.

Data dari marketplace, iklan, dan aplikasi internal disatukan ke database server. Agent bekerja di atasnya lewat tool yang terkontrol, bukan menebak dari file yang berserakan.

  1. 1

    Sumber data

    Shopee, Shopee Ads, TikTok Shop, Sheets, ERP/POS, aplikasi internal

  2. 2

    ETL terjadwal

    Data ditarik lewat API atau file ekspor, lalu dibersihkan

  3. 3

    Database server

    Mapping SKU, definisi KPI tertulis, rekonsiliasi ke sumber asli

  4. 4

    Tool MCP

    Tool baca dan tulis dipisah, akses diatur per user, divisi, dan toko

  5. 5

    AI agent

    Jawaban, laporan, alert, atau aksi yang sudah kamu setujui

Jawaban yang bisa ditelusuri

Laba, HPP, settlement, dan KPI dihitung oleh query yang bisa diuji. Agent membaca hasilnya dan menyebut periode serta sumber angkanya.

Fondasi yang tetap jadi aset

Model AI bisa berganti, jenis agent bisa bertambah. Database dan definisi angka yang rapi tetap bernilai buat bisnis kamu.

Agent berikutnya lebih murah

Begitu fondasinya ada, agent kedua dan ketiga dibangun di atas data yang sama, tanpa mengulang integrasi dari nol.

Kalau ini terjadi tiap minggu, agent bisa ambil alih.

Owner harus nanya ke banyak orang cuma buat tahu angka hari ini

Datanya sebenarnya ada, tapi tersebar dan tidak bisa ditanya langsung. Rapat menunggu rekap, keputusan menunggu orang yang pegang filenya.

Yang aku bangun

  • Telegram bot asisten bisnis yang membaca database
  • Jawaban lengkap dengan periode dan sumber angka
  • Akses sesuai peran: siapa boleh lihat omzet, HPP, margin

Iklan dan stok dicek manual, kalau sempat

Saldo iklan habis tanpa disadari, campaign boros jalan terus di luar jam kerja, SKU laris kehabisan stok sementara SKU lain menumpuk.

Yang aku bangun

  • Shopee Ads agent: pantau campaign, saldo, dan ROAS terhadap target
  • Purchasing agent: peringatan restock dan draft PO
  • Aksi yang menyangkut uang selalu menunggu persetujuan

Kerja admin ikut membengkak saat transaksi naik

Ekspor, salin-tempel, cek ulang, dan susun laporan diulang setiap hari. Prosesnya bergantung pada satu atau dua orang.

Yang aku bangun

  • Laporan terjadwal, pengingat, dan pengecekan kualitas data
  • Kasus di luar aturan masuk antrean untuk dicek manusia
  • SOP supaya operasi tidak bergantung pada satu orang

Angka antar-divisi tidak pernah sama

File order, settlement, HPP, iklan, dan biaya memakai periode atau definisi berbeda. Finance dan marketing berdebat soal angka yang sebenarnya beda arti.

Yang aku bangun

  • Pipeline ETL dari tiap sumber ke satu database
  • Data dictionary dan definisi KPI yang disepakati
  • Rekonsiliasi dan penanda kalau data belum lengkap

Agent yang bisa dibangun di atas data kamu.

Mulai dari satu agent untuk satu masalah yang jelas. Agent berikutnya ditambah setelah yang pertama benar-benar dipakai tim.

  • Paling sering jadi agent pertama

    Telegram asisten bisnis

    Owner dan tim tanya penjualan, stok, performa produk, atau minta ringkasan harian lewat chat.

  • Monitoring & rekomendasi

    Shopee Ads agent

    Pantau performa campaign, ROAS, dan saldo iklan, lalu kirim alert dan rekomendasi. Ubah budget otomatis lewat API masih roadmap.

  • Draft PO, bukan prediksi demand

    Purchasing agent

    Pantau stok, kecepatan jual, dan lead time supplier, lalu susun peringatan restock dan draft PO untuk disetujui.

  • Untuk pertanyaan lanjutan

    Agent analisa brand

    Baca data historis dan jawab yang tidak ada di dashboard: produk mana yang mulai turun, kenapa margin turun walau omzet naik.

  • Jalan terjadwal

    Agent pekerjaan repetitif

    Laporan terjadwal, notulen, pengingat, dan cek kualitas data yang biasanya dikerjakan manual setiap hari.

  • Sesuai divisi

    Finance, knowledge, dan lainnya

    Rekonsiliasi finance, knowledge agent dari SOP, atau meeting & action tracker. Dibahas saat diagnosis.

AI-nya boleh pintar. Kendalinya tetap di kamu.

Batas ini dipasang di setiap proyek, bukan ditambahkan belakangan.

  • Rekomendasi dan eksekusi dibedakan. PO, budget iklan, harga, dan stok dimulai dengan persetujuan manusia. Eksekusi otomatis hanya dalam batas tertulis, misalnya plafon budget.
  • Angka dihitung aturan, bukan dikarang AI. Agent membaca hasil query yang sudah diuji, lalu menyebut sumber dan periodenya.
  • Tidak ada akses bebas ke database. Agent hanya memakai tool MCP yang terdefinisi, dengan hak akses per user, divisi, dan toko.
  • Semua tercatat. Setiap pertanyaan dan aksi agent masuk log, jadi bisa ditelusuri.
  • Data tidak dikirim tanpa izin. Data kamu tidak dikirim ke penyedia model AI tanpa otorisasi dan tanpa cek ketentuan pemrosesan datanya.

Untuk bisnis yang omzetnya jalan, tapi kerja internalnya masih manual.

Fokus utama

Brand e-commerce multi-channel

  • Fashion, alas kaki, beauty, home & living, dan sejenisnya
  • Jualan di Shopee plus TikTok Shop, website, atau offline
  • Belanja iklan marketplace cukup besar untuk dipantau rutin
  • Tim 5 sampai 50 orang, ada admin, ads, finance, atau ops yang bisa jadi PIC

Startup yang sudah punya pendapatan

  • Produk utama jalan, operasi internal masih manual
  • Tim teknis siap menyetujui akses dan menerima handover
  • Satu agent internal di atas data operasional, bukan produk inti

Agency pengelola toko atau brand

  • Pantau banyak toko dan iklan klien sekaligus
  • Data dan hak akses dipisah per klien
  • Bisa juga sebagai mitra referral

Belum cocok kalau

  • Ingin "pakai AI" atau chatbot tanpa data dan proses yang jelas
  • Ingin ERP, akuntansi, CRM, dan gudang lengkap dalam satu proyek kecil
  • Belum ada PIC, akses data yang sah, atau waktu untuk validasi
  • Ingin agent mengeksekusi transaksi besar tanpa persetujuan manusia
  • Butuh layanan 24/7 tanpa anggaran tim pendukung
  • Masalahnya sudah cukup diselesaikan dengan spreadsheet yang dirapikan

Bukti kerja, dengan status yang jujur.

Kapabilitas aku bagi ke tiga status, dan status yang sama dipakai di setiap proposal. Demo memakai data dummy saat diskusi.

Commerce Intelligence & AI Automation Suite

Kerangka integrasi marketplace, database, dan AI agent untuk brand commerce.

Sudah dibangun

  • Konsolidasi data dari beberapa sumber
  • Dashboard penjualan multi-channel
  • Integrasi API marketplace dan sinkronisasi terjadwal
  • AI agent di server dengan gateway chat, akses per pengguna
  • Analisis data dan laporan lewat chat
  • MCP Shopee Ads: saldo, campaign, budget, target ROAS, performa harian dan item

Siap disesuaikan

  • Dashboard KPI dan agent per divisi
  • Integrasi ERP, POS, CRM, atau database internal
  • Approval workflow dan rekonsiliasi finance
  • Perencanaan replenishment

Roadmap

  • MCP TikTok Shop setara Shopee
  • Ubah budget iklan otomatis lewat API
  • Sinkronisasi penuh marketplace tambahan
  • Prediksi demand dan rekomendasi harga

DeniApps: fondasi data dari file ekspor

Untuk bisnis yang belum bisa memberi akses API dan hanya punya file ekspor.

  • Baca ekspor Shopee dan TikTok Shop
  • Dashboard multi-toko dan analitik produk
  • Pengelolaan HPP dan beban
  • Laporan laba rugi

Mulai dari satu agent, bukan proyek raksasa.

Kisaran awal. Angka final ditulis di proposal sesuai jumlah sumber data, kondisi data, dan kebutuhan dukungan.

  1. Mulai dari sini

    Diagnosis data & agent

    Rp5-7,5 juta

    3-5 hari kerja setelah materi lengkap

    Peta sumber data, cek akses API, definisi angka, dan pilih satu agent pertama yang paling bernilai.

    • Lingkup, estimasi, dan kriteria penerimaan
    • Rekomendasi jujur: cukup dirapikan, software siap pakai, atau bangun
    • Tetap milikmu walau tidak lanjut
  2. Data Foundation + Agent Starter

    Rp35-60 juta

    4-6 minggu

    Fondasi data dan satu agent sampai dipakai tim.

    • ETL dari maksimal 3 sumber data
    • Database, mapping SKU, definisi KPI tertulis
    • 1 agent read-only, misalnya Telegram asisten bisnis
    • Hak akses, log aktivitas, pelatihan PIC
    • Garansi bug 30 hari sesuai scope
  3. Langganan operasional

    Rp6-12 juta /bulan

    Minimum 3 bulan pertama

    Agent dan pipeline data punya biaya dan risiko yang terus berjalan.

    • Server, database, dan backup
    • Monitoring sinkronisasi dan token API
    • Pemakaian model AI sesuai kuota
    • Maks. 8 jam perbaikan dan penyesuaian
    • Respons 1 hari kerja, bukan 24/7
  4. Agent tambahan

    Rp10-25 juta /agent

    Di atas fondasi yang sudah ada

    Purchasing, Ads, Finance, analisa brand, atau agent divisi lain.

    • Pakai database yang sama
    • Sumber data baru dihitung terpisah
    • Agent yang mengeksekusi aksi diuji ekstra dan punya alur persetujuan

Multi-divisi, banyak brand, SSO, atau deployment di cloud sendiri: paket enterprise mulai Rp100 juta, selalu lewat diagnosis. Harga belum termasuk pajak, lisensi pihak ketiga, dan pemakaian API atau model AI di luar kuota.

Kalau spreadsheet yang dirapikan sudah cukup, aku akan bilang cukup.

Tujuannya pekerjaan rutin jalan sendiri dan owner bisa tanya angka kapan saja, bukan menjual agent yang belum dibutuhkan. Manfaatnya diukur per proyek. Aku tidak menjanjikan omzet atau profit naik hanya karena kamu memakai agent.

Kirim gambaran proses

Pertanyaan yang sering muncul.

Apa bedanya dengan ChatGPT atau chatbot AI biasa?

Chatbot generik tidak terhubung ke data perusahaan kamu, tidak tahu definisi angka yang dipakai tim, dan jawabannya tidak bisa diaudit. Agent yang aku bangun membaca database kamu lewat tool yang terkontrol, menyebut sumber angkanya, dan setiap aktivitasnya tercatat.

Kenapa harus bangun fondasi data dulu?

Karena tanpa data yang rapi, agent akan memberi jawaban yang terdengar meyakinkan tapi salah. Fondasi data juga tetap jadi aset kamu walau model AI atau jenis agent-nya berganti, dan membuat agent berikutnya jauh lebih murah dibangun.

Apakah agent bisa langsung ubah budget iklan atau bikin PO?

Agent pertama selalu read-only: memantau, menjawab, dan memberi rekomendasi. Aksi yang menyangkut uang dimulai dengan persetujuan manusia. Eksekusi otomatis hanya dijalankan setelah diuji dan dalam batas tertulis. Perubahan budget iklan otomatis lewat API saat ini masih roadmap.

Apakah data kami dikirim ke penyedia AI?

Tidak tanpa izin kamu. Pilihan penyedia model AI dan ketentuan pemrosesan datanya dibahas dan disetujui dulu. Untuk bisnis yang sensitif, sistemnya bisa dipasang terpisah atau di cloud milik kamu sendiri. NDA atau perjanjian pengolahan data bisa dipakai bila perlu.

Harus pakai API marketplace, atau bisa dari file ekspor?

Dua-duanya bisa. Integrasi Shopee dan Shopee Ads lewat API sudah ada. Kalau akses API belum bisa diberikan, data bisa dimulai dari file ekspor yang memang rutin diunduh tim. Integrasi API baru dicek dulu akses dan kelayakan teknisnya sebelum masuk scope.

Kenapa ada langganan bulanan?

Agent dan pipeline data butuh server, model AI, pembaruan token API, dan pemantauan supaya data tidak berhenti masuk diam-diam. Kalau kamu lebih suka menjalankannya sendiri, bisa handover ke tim kamu. Proposal menjelaskan apa saja yang perlu kamu jalankan setelahnya, termasuk server, kunci API, dan biaya model AI.

Kenapa diagnosis berbayar?

Karena hasilnya kerja nyata: inventaris sumber data, cek akses API dan sampel data, definisi KPI awal, dan lingkup tertulis yang tetap bisa kamu pakai, termasuk dengan vendor lain. Diskusi awal sekitar 30 menit tidak dipungut biaya.

Siapa yang mengerjakan, dan bagaimana pembayarannya?

Diagnosis, desain data, dan komunikasi hasil aku pegang langsung, dibantu kontraktor dengan scope jelas untuk QA atau devops bila perlu. Aku menjalankan satu setup aktif dalam satu waktu. Termin setup: 50% saat mulai, 30% saat data masuk dan agent siap UAT, 20% setelah kriteria penerimaan terpenuhi.

Pekerjaan apa yang paling ingin kamu serahkan ke agent?

Aku baca sendiri setiap kiriman, lalu cek bagian mana yang paling masuk akal untuk diotomasi, dan mana yang cukup dirapikan.

  1. Aku cek kecocokannya. Masalah, skala, kanal penjualan, akses data, dan PIC.
  2. Diskusi sekitar 30 menit. Termasuk demo agent dengan data dummy. Aku hubungi lewat kontak yang kamu isi.
  3. Diagnosis bila cocok. Lingkup, biaya, dan kriteria penerimaan tertulis sebelum mulai.

Misalnya owner, head of ops, ads lead.

Hanya dipakai untuk membalas kiriman ini.

Kisaran saja.

Contoh: tiap pagi admin cek saldo dan ROAS Shopee Ads manual, owner sering tanya omzet harian ke 3 orang berbeda. Jangan tulis data pelanggan atau angka sensitif.

Misalnya Shopee, Shopee Ads, TikTok Shop, Google Sheets, ERP/POS. Sebutkan juga kalau akses API bisa diberikan.